Tania kehilangan seluruh kekuatannya. Kakinya sangat lemas hanya untuk tegak berdiri saja. Ia berjalan ke lantai dua dibantu oleh Hino. Hino memapah Tania dengan sangat hati-hati mengingat istrinya sedang berbadan dua. Tania memegang tangan Hino untuk duduk di tempat tidur. Hino segera membuka lemari pendingin mini yang terletak dekat pintu kamar. Ia menuangkan segelas air putih ke gelas. “Minum dulu.” Hino meminumkan air dingin kepada Tania. “No, aku ... Ak—” Ucapan Tania terputus. Mulutnya kaku ketika akan mengatakan yang sebenarnya antara dirinya dan Argio di masa lalu. Tentang hubungan mereka. Ternyata sulit untuk berkata jujur. Sulit untuk bersikap terbuka. Tania akhirnya menunda untuk memberitahu Hino. Lagian mereka sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. *** Hino menemui kelua

