DUA PULUH SEMBILAN

1148 Kata

Seorang lelaki seumuran Nagita dengan tampilan elegan, tidak cocok duduk menunggu bus di sini, membantu Tania untuk duduk di bangku miliknya. Tania memperhatikan lelaki berjaket hijau itu. Kulit putih, badan tinggi, dan tegap. Ia menutup kepalanya dengan topi jaket sementara kabel earphone  menyembul dari topinya. Di kerah kaus v-neck-nya tergantung raiban hitam. Penampilan memang sangat menunjukkan style anak zaman kini, tapi hati jauh berbeda dari kebanyakan anak muda sekarang. Ternyata masih ada pemuda yang memiliki kepedulian. Di saat orang-orang kebanyakan memikirkan kepentingan diri sendiri, lelaki ini masih sempat menyisihkan perhatiannya kepada orang lain. “Mbak nggak apa-apa?” tanya lelaki itu. Tania gelagapan ditanya seperti itu. Lelaki yang berdiri di depannya memberikan se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN