DUA PULUH TUJUH

1258 Kata

Hino mengusap pipi halus istrinya sebelum beranjak meninggalkan kamar Tania. Ia berjalan ke halaman. Banyak anak sedang riang bermain. Hino duduk di sebuah bangku di bawah pohon. Dari sini dia bebas memperhatikan keceriaan anak-anak dengan dunianya. Hino ingin kembali menjadi anak-anak yang terlepas dari masalah. Andai ia mengenal istrinya itu. Banyak sekali yang belum ia ketahui soal Tania. Apalagi tentang masa lalu serta perasaan gadis itu. Hino mengakui bahwa sejak menjadi istrinya, Tania menjalankan perannya dengan baik. Tania melayani Hino dengan ikhlas. Tidak terlihat ada paksaan di matanya. Tetapi Hino tidak yakin hati gadis itu juga baik-baik saja. “Kakak ngapain sendirian aja di sini? Kakak nggak mau ikut kita main di sana?” Seorang anak kecil bersama boneka teddy bear pink me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN