“Thank you udah udah nganterin gue,” ucap Reina, dia tersenyum lebar pada Bima disampingnya yang mengatakannya siang ini ke kantor Rakabumi. Bima tersenyum lebar, dia senang mengetahui fakta Reina hamil sekaligus perempuan itu tak lagi mual mencium aromanya yang sebenarnya enak. Tapi, berhubung sedang hamil mungkin sedikit sensitif. Namun, sekarang tidak lagi. Terbukti dari Reina yang minta diantarkan kesini. “Bentar, bentar, biar gue bukain pintunya.” “Eh, gak usah. Ngapain Lo?” Bima tak mendengarkan, pria itu tetap membukakan pintu mobil untuk Reina. Dan, Reina bisa apa? Dia menerima saja kemudian keluar dari mobil Bima. “Thank you, ya, bestie ku...” “Iya, santai saja. Lo hati-hati, ya, lihat-lihat kalau jalan, gak usah gragas lagi. Ingat, Lo tuh sekarang—” Belum selesai Bima

