Jangan terlalu berharap lebih kepada manusia karena pada akhirnya pasti akan sangat mengecewakan. Itu yang coba Reina tanamkan dalam hatinya, untuk tak terlalu berharap pada Rakabumi. Dia hanya bisa menatap masakannya diatas meja, kemudian menatap jam dinding dan tersenyum miris jadinya. Dia beranjak dari duduknya, mengambil satu persatu masakannya kemudian membuangnya dengan perasaan sesak yang terus menetap dihatinya sejak kepergian Rakabumi sampai menjelang pagi buta. Dia bertumpu pada kitchen table, kembali menahan sesak yang dirasanya meskipun dia tak sanggup melakukan itu semua. Dia kalah, dia kembali menangis. ”Oke, Rein, oke. Lo jangan nangis kayak gini,” ucap Reina, dia mencoba menghentikan tangisnya namun sulit rasanya. “Kasihan bayi Lo, kasihan dia.” sambung Reina, dia men

