“Enak kan, Ren masakan Tante?” Renata mengangguk cepat, dia benar-benar menikmati makanan yang disajikan oleh Ambar—ibu dari Reina. Semenjak pertemuan pertama mereka satu minggu yang lalu, Ambar selalu meminta Reina membawa Renata ke kediaman mereka. Dalam hal apapun. Entah itu karena dia masak sesuatu, dia pulang dari suatu tempat dan menemukan sesuatu yang dirasa cocok untuk Renata. Pokoknya, sikap Ambar pada Renata benar-benar layaknya seorang ibu pada anaknya. “Nambah, ya Ren? Biar Tante ambilkan.” Renata sudah menolaknya berkali-kali dengan berbagai alasan, namun Ambar tetap saja menyendokkan makanan ke piringnya. Alhasil sejak tadi, makannya tak kunjung selesai. Reina yang melihat itu, meringis pelan. Reina yakin, jika sebenarnya Renata sudah kenyang namun dasar Mama nya pemaks

