Episode - 84

2195 Kata

Tak henti-hentinya Reina menghela napas kasar, meremas jemari tangannya yang kini bertautan, dia cemas dengan apa yang akan terjadi nantinya. Mungkin kah rencananya akan berhasil? Atau justru sebaliknya? Entah, apa yang akan terjadi nantinya. Yang jelas, Reina berharap kenyataannya terbongkar secepat mungkin. Dia tak bisa terus menerus berada di suatu seperti sekarang ini. “Rein,” Reina menoleh, menatap Maha dan bergegas menghampiri perempuan itu. Dia tersenyum senang, “Ma, akhirnya lo datang juga.” ucap Reina, dia menunggu Maha sejak tadi. Maha tersenyum, mencoba menenangkan Reina dengan mengusap-usap lengan Reina. “Sorry, ya, Rein gue agak lama datangnya. Tapi, lo gak nunggu lama kan?” tanya Maha cemas, dia merasa bersalah membuat Reina menunggu. Reina menggeleng, “Enggak kok. Gu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN