“Kamu sih, Rein.” “Ih... Kok aku sih yang disalahin. Orang kamu sendiri yang mau juga. Aneh deh, ah!” Rakabumi tak henti-hentinya meringis merasakan perutnya yang sakit. Sudah berkali-kali dia bolak-balik kamar mandi karena perutnya yang sakit sehingga menyebabkan terus menerus buang air, diare. Sepertinya, ini efek makan kacang terlalu banyak semalam. Reina kasihan melihat Rakabumi yang tak berdaya kini. Tapi, jangan salahkan dia juga kali. Toh, Rakabumi yang mau makan kacang tersebut, alhasil seperti ini. Sepertinya, perut Rakabumi tak sekuat perutnya, terbuktikan saat ini dia baik-baik saja. “Yaudah, ah. Yuk kita ke rumah sakit aja! Atau, kamu udah gak kuat, mau dokternya aku panggil ke rumah?” Rakabumi menggeleng, “Gak usah.” “Ih... Kok, gak usah sih! Enggak, ya! Kita harus k

