Episode - 49

1874 Kata

“Ini kamu beneran marah sama saya, gitu?” Rakabumi benar-benar tak paham. Apakah Reina benar-benar marah padanya hanya karena ucapannya yang padahal tidak bermaksud demikian. Tapi, justru ditangkap lain oleh perempuan itu sehingga seperti sekarang. Reina marah dan memilih tidur sambil memunggunginya. Rakabumi menghela napas kasar saat tak mendapat respon dari Reina. Dia beranjak dari duduknya diatas ranjang, berniat menuju balkon kamar Reina. “Kamu mau kemana?” Rakabumi memutar tubuhnya menghadap Reina yang kini sudah menghadapnya. Sebelah alisnya terangkat, “Kenapa?” tanya Rakabumi. Reina berdecak, mendengus pelan. “Kok kenapa sih?” kesal Reina. “Aku kan lagi ngambek sama kamu, dibujuk kek. Lah, ini? Aku malah mau ditinggal.” dengus Reina, dia mengerucutkan bibirnya. “Ya, saya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN