“Kayaknya, makin kesini hubungan kamu sama Rakabumi, makin bagus aja, ya.” Reina yang tengah mengupas apel seketika mendongak dan tersenyum malu mendengar ucapan yang dilontarkan Mama nya. Dia terkekeh pelan. Ambar tersenyum lebar melihat respon yang diberikan putrinya. “Mama senang tahu lihatnya dan semoga aja ini semua bukan kebohongan, ya...” ucap Ambar, mengingat dia tahu jika awal hubungan Reina dan Rakabumi terjadi karena paksaan sehingga menimbulkan kebohongan yang kemudian anak dan menantunya ciptakan. Reina menggeleng pelan, dia menyanggah ucapan Ambar. “Ma... Tenang aja kok. Aku sama Bumi emang udah serius buat jalanin pernikahan kita ini. Toh, mau aku ataupun Bumi nolak, pernikahan ini udah terjadi kan? Kita udah terikat hubungan. Dan, Mama tahu aku. Aku cuma mau menikah s

