Reina keluar dari rumah, dia sudah bersiap akan menemui Rakabumi saat ini untuk menunjukkan bukti-bukti atas kebohongan Renata selama ini. Namun, saat dia membuka pintu sosok Maha lah yang dia temukan. Maha tersenyum haru, menatap Reina yang sudah beberapa hari tak dia temui sejak kejadian itu. “Rein,” sapa Maha, dia tersenyum kembali kemudian melangkah mendekat berniat memeluk Reina. Namun, Reina justru menolak, perempuan itu mundur satu langkah menjauh dari dirinya. Maha tahu jika Reina pasti kecewa padanya. Namun, apa boleh buat, dia terpaksa melakukan itu semua. Reina menatap datar Maha. Sekuat tenaga dia bersikap dingin dan datar pada Maha, meskipun nyatanya dia ingin menangis saat ini juga melihat keberadaan Maha disini. Rasanya, kecewa atas pengkhianatan yang dilakukan Maha. A

