“Ternyata sudah saya duga. Putri saya gak mungkin bicara omong kosong, apalagi sampai berbohong. Nyatanya, disini pembohong itu kamu!” Renata terkejut mendapati keberadaan Taru disini, dia perlahan beranjak berdiri, menatap Taru yang kini tersenyum miris padanya. “Wow, lihat. Bahkan, kamu bisa berdiri dengan mudahnya. Hebat kamu, pemeran akting terbaik sejauh ini.” ucap Taru, dia menunjuk diri Renata menggunakan tangannya, sedangkan sebelah tangannya masuk ke saku celananya. Renata mengerjap-ngerjapkan matanya, satu persatu orang mulai tahu kebohongannya sedangkan, rencananya belum sepenuhnya terlaksana. Taru melangkah mendekat membuat Renata menunduk, merasakan intimidasi yang diberikan oleh Taru padanya. “Berani-berani nya kamu membohongi saya dan keluarga saya, membohongi semua

