“Jadi, kamu akhir-akhir ini sering ketemu Mbak Nata dong.” Rakabumi yang tengah berpakaian setelah selesai membersihkan diri pun berbalik, menatap Reina yang berdiri diambang pintu wardrobe. Dia menghampiri perempuan itu yang kini mengerucutkan bibirnya. Tangan Rakabumi terulur mengusap lembut rambut Reina, “Tenang aja, kamu gak usah khawatir. Meskipun saya sering ketemu Renata, itu gak akan merubah apapun.” ucap Rakabumi, dia mencoba menyakinkan Reina. Reina menggeleng pekan, dia tak yakin akan hal itu. “Tapi, kamu sama Mbak Nata dulu kan... “ ucap Reina, dia tak melanjutkan ucapannya dan justru menghela napas kasar. “Saya dan Renata hanya masalalu. Dan, masalalu ya udah biarin aja berlalu gitu aja. Gak perlu diingat-ingat apalagi sampai dibahas dan justru nyakitin buat kita. Buat

