“Bumi, bangun...” Reina mencebik pelan, dia mengerucutkan bibirnya melihat Rakabumi yang masih juga tertidur dan tak mau membuka matanya, merespon panggilannya saja hanya dengan gumaman saja. Reina memutar tubuhnya kembali, menatap lurus kedepan kemudian menurunkan kakinya, turun dari ranjang. Dia bergegas mengenakan sendal rumahnya itu, kemudian melangkah menuju lemari pakaian untuk mengambil cardigan dan mengenakannya. Baru saja tangannya meraih kenop pintu, suara dari Rakabumi mengejutkannya. ”Mau kemana, Rein?” Reina menoleh, menatap Rakabumi yang sudah duduk diatas ranjang dan menatap bingung dirinya dengan mata yang masih setengah terbuka. Reina tersenyum senang melihatnya, dia bergegas menghampiri Rakabumi, dia duduk disamping pria itu. “Pelan-pelan,” Rakabumi suka ngilu

