Tempat tidur yang bergerak, suara air yang mengalir dari kamar mandi, ditambah suara orang yang tengah memuntahkan sesuatu, membuat Reina terbangun dari tidurnya. Reina terdiam, mencoba mengumpulkan kesadarannya terlebih dahulu. Dia melirik sisi ranjang dimana Rakabumi tidur, kosong kini. Dia yakin, yang berada di kamar mandi adalah suaminya. Dan, setelah kesadarannya kumpul Reina beranjak turun hendak menyusul Rakabumi di kamar mandi. Dia cemas dengan keadaan pria itu kini.Reina berdiri diambang pintu, menatap Rakabumi yang kini tengah bertumpu pada sisi wastafel sambil memuntahkan sesuatu dari mulutnya. “Bumi,” Rakabumi mengusap bibirnya yang basah karena cairan yang dia muntah kan, dia melirik sekilas Reina yang memanggilnya dan berniat menghampirinya. Namun, dengan cepat dicegah n

