Reina mengerjapkan matanya perlahan, hal yang dia lihat saat pertama kali membuka mata adalah d**a bidang milik seseorang. Dia mendongak, melihat siapa pemilik d**a itu dan terkejut seketika. Rakabumi, dialah orangnya. Dia hendak marah, namun saat melihat posisi tidur pria itu yang tidak mengenakan, amarah itu hilang perlahan. Sebab, dialah alasan pria itu tidur seperti demikian. Tangannya menyentuh tangan Rakabumi di kepalanya dan juga kain yang melekat di keningnya. Dia terdiam cukup lama, mencoba mengingat apa yang sudah terjadi sebelumnya. Yang dia ingat hanyalah dia sampai di apartemen, masuk ke lift, tiba-tiba dia pusing dan ... Dia tak ingat apapun. Dia bisa pastikan kalau tubuh Rakabumi akan sakit nantinya. Dia saja yang tidur dengan posisi benar, kesakitan, apalagi pria itu. D

