Reina tak tahu, ada apa dengan dirinya. Ucapan Mama dan Bunda tadi masih jelas terngiang-ngiang di benaknya. Dia masih sulit mengenyahkan itu semua, pikirannya masih setia pada ucapan mereka, terutama ucapan bunda. Dia adalah pelengkap Rakabumi dan Rakabumi adalah pelengkapnya. Apa maksudnya adalah bahwa takdir yang sudah memutuskan untuk mereka bersama? Begitu? Tapi, kalau iya, kenapa jalannya harus seperti ini. Kenapa dia harus menikah dengan seorang pria yang jelas-jelas tak pernah ada dalam hatinya, pria yang jelas-jelas tak menaruh hati padanya dan justru menjalin hubungan dengan wanita lain, yaitu Renata. Renata, bahkan sampai sekarang Reina belum tahu juga siapa sosok perempuan itu. Apa perempuan di rumah sakit waktu itu atau bukan? Entah. Dering ponsel milik Rakabumi di atas

