44. Hampa

1628 Kata

Musa bertengger di atas sofa. Berbalutkan setelan serba biru di ruang kerja Qiara. Nongkrong selayaknya makan di warteg. Mata dan tangannya fokus pada sebuah ponsel fold pabrikan Korea dengan dua layar yang dibuka, sehingga nampak sangat luas dan asyik untuk bermain game seperti yang dilakukannya saat ini.             “Aduuh.. Caa!” Seru Musa entah apa yang keluar dari mulutnya. Sesekali menampilkan ekspresi wajah konyol akibat avatarnya tertembak, kemudian kembali berambisi mengalahkan musuh bahkan tangannya ikut naik turun mengikuti pergerakan game.             Baginya, bermain game online adalah caranya melepas penat setelah berkutat panjang di ruangan operasi. Visit pasien dari bangsal satu ke bangsal lain. Memberikan pelayanan ketika praktik. Ditambah banyak pikiran yang sejatinya m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN