49. Yang Tersembunyi

1854 Kata

            “Uhmm” Musa mengangguk paham saat memeriksa bagian d**a, tepatnya rusuk seorang anak 10 tahun di UGD akibat terjatuh dari pohon saat ngabuburit. Warna biru keunguan mulai tersemai disana. Sementara nak laki-laki itu masih menangis kesakitan.             Musa lantas menghadap Rania dan Suster Meli “Suster Meli?”.             “Iya, Dok?”.             “Langsung rongten, ya”.             “Baik”.             Musa menenangkan anak itu “Sebentar, ya. Jangan nangis. Kita obatin dulu” Kemudian Musa menghadap kedua orang tuanya “Seperti kita tau, lebam itu akibat benturan keras yang diterima. Luka juga sudah kami obati. Jadi tinggal kita rongten untuk melihat kemungkinan patah tulangnya”.             “Baik, Dok”.             “Aku nggak mau operasi!” Anak itu memprotes sambil menan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN