"Ma, coba lihat deh, Sena nemu hal yang menarik. Mama juga pasti suka!" Sena menarik Cecil yang belum siap mengimbangi langkah cepat anaknya. "Nah, Sena coba taruh boneka Barbie yang ini di si-" Ketika Dalilan perlahan menoleh. Tuk. Boneka barbie yang pria itu genggam jatuh, Dalilan membeku mendapati calon istri dan Sena berdiri di daun pintu. Hancur sudah harga dirinya di depan Cecil, Sena membuang muka sambil menahan diri untuk menertawakan kondisi Dalilan. Ini momen epik part dua, hahaha. "Aku nggak tau kamu sesuka itu sama boneka punya Sena, Mas." Cecil dengan raut wajah sedih tidak ketulungan, lain halnya Sena yang menahan diri supaya bisa menikmati momen ini lebih lama. "Mampus, mampus, mampus, mampus, semampusnya, Om," bisik Sena tanpa suara. Wajah Dalilan merah padam antara

