24. Dua Sosok Berbeda

1087 Kata

Tak apa-apa, dirinya hanya menengok Ila sebentar setelah itu pulang. Sena berusaha memberi sugesti pada diri sendiri, tetapi tidak berselang lama melihat Frasa yang punggungnya menghilang di balik para dokter dan suster yang berlalu lalang. "Hei, Frasa! Lo mau ke mana? Lo ninggalin gue sendiri?" Suara Sena tertahan di udara. Yah, apa boleh buat. Sena menghela napas, memantapkan hati menapak di lantai kamar inap Ila yang dingin dan bau obat-obatan yang membuat pedas lubang hidung tatkala menghirupnya dan memaparkan sosok yang dirindukan tengah terbaring dengan napas teratur. Walau sedang tidur, Ila di mata Sena selalu menggemaskan. Wajah manisnya terlihat damai—kendatipun terdapat satu-dua kerutan di kening gadis kecil itu, seperti menagak-nagak rasa sakit membuat batin Sena menjerit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN