"Lo bilang dia nggak bisa main? Ila kenapa?" Tidak dapat menahan diri karena penasaran. Belum lama melihat Ila, dirinya sudah dirundung rasa rindu pada anak kecil bertubuh mungil itu, jadi Sena memutuskan berinisiatif saja untuk melontarkan satu pertanyaan. Mimik wajah Frasa terdapat setitik rasa ragu selama beberapa detik, seperti ada suatu rahasia yang mungkin dikubur dalam-dalam. Namun, Sena tidak tahu benar rahasia apa itu—lagipula dirinya masih manusia biasa, bukan Tuhan. "Hei! Jawab, Ila kenapa?" desak Sena. "Ila ... dia sakit, Na." Ila sakit? Sena membeku dengan bola mata yang hampir copot. Bagaimana bisa Ila sakit dan dirinya baru tahu hal ini? Cewek bermata Indranilla itu menatap Frasa dengan sorot mata nanar, cukup menyentil hati kecil duda satu itu yang tertegun meliha

