"Iya." Frasa beralih menatap Sena yang sudah pucat, "Sena, jangan pulang dulu, nggak ada yang bagus lo pulang dalam kondisi sakit, nggak bisa, berbahaya. Lo istirahat di kamar yang udah gue kosongin. Nanti gue bawain obat dan bubur anget. Ila udah aman sama gue." Sena tidak bisa menolak. Kenapa tuh, cowok harus perhatian banget? "Nah, Ila ikut Papa bobok mau, ya?" Frasa menggendong dan menduselkan kepala di perut Ila sampai gadis kecil itu pun terkekeh kegelian. Mudah, Ila manut-manut saja saat dibawa sang papa itu menuju kamar pribadinya. Cih, curang. Sena juga mau berada di dalam dekapan hangat Frasa—eh, kok jadi mikir ke situ? Ada apa dengan diri Sena sekarang, sukanya sama Dika tapi demen sama Frasa? Apa-apaan, cewek itu tidak mau dibilang murahan! Sena memilih mendudukan bokongn

