Aquena menggenggam tangan Xander sedari mereka di dalam ambulan hingga kini sedang menuju UGD, genggaman tangan Aquena mengerat pada tangan Xander. Xander mencoba untuk melihat raut khawatir Aquena, ia melawan rasa berat di mata nya yang memintanya untuk terpejam. "Quen!" panggil Xander lirih "Iya, kenapa?" tanya Aquena "Ka...mu ja...ngan na...ngis ya." Xander mengusap punggung tangan Aquena yang menggenggam tangannya dan memejamkan matanya "Xander buka mata kamu, Xander!" Aquena berteriak karena mata Xander terpejam dan genggaman ditangannya kian melemah "Pak, ayo cepetan!" teriak Aquena pada beberapa pria yang mendorong brankar Xander Langkah kaki mereka semakin cepat mendorong brankar Xander, tibanya didepan ruangan UGD Aquena ditahan tidak diperbolehkan masuk kedalam. Aquena

