BAB 56

2334 Kata

Marinka cukup terkejut dengan respons Niko. Ia tidak menyangka pria itu begitu keras menolak sarannya tadi. Suasana di dalam mobil jadi kaku. Marsya hanya bisa menatap keluar jendela, menahan napas, seolah tak ingin ikut terseret. Marinka akhirnya angkat suara, menoleh ke arah Niko dengan dahi sedikit berkerut. “Mas Niko, kenapa sih kamu harus sampai segitunya? She’s just your employee. Lara cuma pegawai di rumahmu, bukan siapa-siapa.” Niko meremas setir lebih erat, sorot matanya tetap lurus ke jalan. Rahangnya mengeras, jelas menahan diri. Mama Indah yang duduk di kursi belakang akhirnya mencoba menenangkan. Tangannya terulur, menepuk pundak Niko pelan. “Niko, yang diucapkan Marinka itu nggak ada salahnya. Berikan Lara waktu.” Niko menggeleng pelan, matanya tetap lurus ke jalan. Sua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN