Bab 58

2175 Kata

Selesai sarapan, Voni akhirnya berpamitan pulang. Suasana meja makan yang semula ramai perlahan mereda, meninggalkan hanya denting sendok yang masih berserakan di atas piring. Niko sempat mengantar mamanya Marinka itu sampai pintu depan, memberikan salam singkat sebelum wanita anggun itu melangkah ke mobil yang sudah menunggu. “Terima kasih sudah menjamu Tante dengan baik, Niko,” ucap Voni dengan senyum lembut namun matanya menyimpan arti lain. “Semoga rumah ini selalu hangat, bukan hanya karena keluarga… tapi juga karena hadirnya seseorang yang tepat.” Marinka yang berdiri di samping langsung meraih tangan ibunya, menyambung dengan semangat, “Mama nggak perlu khawatir, kok. Aku selalu betah di sini. Mas Niko juga baik banget sama aku?” Niko hanya tersenyum tipis, membiarkan kalimat itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN