BAB 23

1539 Kata

Udara hangat disertai angin semilir sore rupanya tak bisa menenangkan suasana mencekam di rumah berlantai dua di kawasan perumahan elit itu. Seluruh anggota keluarga Renata telah berkumpul di ruang tamu, termasuk kakek-neneknya ikut menyambut kedatangan satu-satunya anak gadis keluarga Bumantara. Untung saja Renata menyetujui saran Alvaro yang ingin memberikan dukungan moral padanya, sehingga ia tak harus sepenuhnya merasa takut menghadapi keluarganya. “Kenapa baru sampek?” sergah kakek Renata secara langsung dengan nada tinggi sesaat setelah gadis itu menginjakkan kakinya di rumah. Siapapun yang mendengarnya bisa langsung berjengkit kaget karena nada suara itu memang sangat menakutkan. Alvaro yang mengantar Renata pun berusaha meraih bahu sahabatnya dan mengelusnya perlahan, menunjukkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN