"Kau senang?" tanya Tisha pada Alyta setelah keluar dari ruang periksa. Alyta mengangguk antusias. "Kapan adik bayinya lahir?" tanyanya kemudian. "Sebentar lagi, Sayang," jawab Tisha. Sekilas Tisha melirik Zack yang diam saja sejak mereka berangkat. Ia pun membuang nafas berat. Bukankah seharusnya Tisha yang marah? Kenapa justru Zack? "Zack," Pria itu seketika menoleh. Akan tetapi, Tisha malah terdiam. Ia ingin bicara dengan Zack tapi ada Alyta. Tak kunjung ada kelanjutan dari panggilan Tisha, Zack beralih pada Alyta. "Sayang, setelah dari sini kita kemana?" tanya Zack pada gadis kecil yang ia genggam jemarinya. "Aku mau makan pizza," seru Alyta dengan riang. "Let's go ...!" Zack pun ikut berseru dengan semangat. Ketiganya berjalan bergandengan seperti keluarga bahagia. Langkah

