"Ayo, kita pulang!" jemari seorang pria bertaut dengan jemari Tisha. Pemandangan yang cukup mampu meluluh lantahkan perasaan Arga. Belum sembuh luka akibat perpisahannya dengan Tisha, kini ia harus menerima kenyataan bahwa Tisha telah berpaling darinya. "Cepat jalan!" Bentakan seorang polisi mengembalikan kesadaran Arga yang tengah larut dalam lamunan. Arga hanya mampu menatap sendu pada sang mantan istri. Begitupun dengan Tisha, ia mengabaikan ajakan Zack untuk pulang, matanya tak lepas menatap Arga sampai pria itu benar-benar lenyap dari jangkauan penglihatannya. ??? Malam harinya, semua orang di buat panik, karena Alyta tiba-tiba demam tinggi. Dalam demamnya, Alyta selalu memanggil Papanya. Hal tersebut, membuat Tisha semakin didera rasa bersalah karena telah tega memisahkan Alyta

