“Siapa namanya?” tanya Reda lekat menatap pada pemuda itu. Dipandangi sedemikian rupa membuat tenggorokan si pemuda malah sulit mengeluarkan suara. “A---anu....” Ta cepat bertindak. Tak menunggu pemuda itu menjawab pertanyaan istri kontraknya, Ta malah memulai langkah lebar nan tegas. Ia lebih suka melihat langsung siapa yang datang. Harapnya bukan Bintang Abimayu, tapi jika gagal harapan itu maka Ta harus bersikap seolah tak mengenal ayah Khumaira itu di depan Reda. Belum saatnya Reda tahu siapa Ta yang sebenarnya. “Ck! Kau bahkan tidak bertanya namanya siapa?!” komentar Reda lalu menyusul Ta dengan langkah berlari kecil. Reda khawatir Arthur yang datang. Tak ada alasan lain jika pria itu berkunjung selain menjemputnya pulang. Namun, serasa belum siap Reda angkat kaki dari sini.

