Bab 94

1177 Kata

Kecewa, terluka, dan menyedihkan. Tampak sekaligus terlihat pada bayangan wajah Reda di cermin. Ada bekas jejak percintaan Arthur di wajahnya. Jijik, lekas Reda mengumpat kecil sambil membasuh dengan sabun wajah. Apa yang sudah terjadi? Sebelum Reda menikah dengan Ta tidak pernah Arthur mengajarinya cara memuaskan dengan menjijikkan begini. Biasanya sekasar apa pun pria itu, tak pernah berubah ... menjijikkan. Sungguh tak ada lagi kata lain yang bisa mewakilkan selain jijik. Mengulum benda itu di mulut, refleks saja Reda mual kembali. Reda yakin sekali wanita bayaran yang mengajari Arthur variasi adegan ranjang. Siapa lagi kalau bukan mereka?! Reda kesal mendapati sosok tidur tanpa busana di ranjang. Sesaat kemudian ia tertegun sendiri. Siapa Arthur baginya? Suami? Jelas bukan. T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN