Reda dalam perjalanan dari hotel, dua jam Arthur katakan waktu yang mereka butuhkan hingga sampai ke kediaman Arthur. Sepanjang jalan suasana terus berubah dari ramai sekali, hingga perlahan sangat sepi jalanan. Sampai hutan gelap mereka lewati juga. “Katakan, kita tidak akan hidup di dalam hutan seperti orang pedalaman, bukan?!” tanyanya ragu. “Tidak. Tentu tidak.” Arthur terkekeh. “Kau takut?” Ya, Reda takut. Namun, tak ada alasan untuk mengakui hal itu. Mana bisa ia akui ketakutan merambahnya kini. Reda tak begitu suka suasana sepi, kesepian, tetapi ia rindu atap rumah perpustakaan Ta. “Tenanglah, tempat yang akan kita datangi begitu lengkap dan nyaman,” Arthur menenangkan, menggenggam jemari Reda. “Jangan tinggalkan aku,” pinta wanita itu serius. Arthur lantas mengangguk da

