Ta bingung setelah melewati pintu tempatnya meninggalkan Bintang Abimayu, kini hanya ada lorong lagi yang ditemuinya. Ta enggan untuk minta bantuan pria tua sombong ayah Khumaira, tetapi dia saja satu-satunya harapan yang Ta punya. Kemudian samar terdengar, ada suara lirih orang berbicara dalam bahasa lain, maka Ta pun membawa langkah menuju ke sana. Bernada sedih, memohon, hampir seperti akan menangis. Ta muncul. Seorang wanita duduk di kursi dengan seorang pria berseragam petugas. Dalam hati Ta langsung mengenali wanita itu. Dia berambut putih, matanya indah sekali. Benar-benar menakjubkan, biru terangnya yang seperti langit tanpa awan tenang. Ada sebuah kata keluar dari mulut wanita itu lagi, pandangannya hanya tertuju kepada Ta. Namun, Ta tak tahu apa arti kalimat berbahasa asing i

