Ta tahu, ibu asuhnya tak melakukan banyak hal apalagi untuk bisa menghasilkan uang. Beliau pun mengakuinya langsung jika sebenarnya hidup mereka berdua ditopang oleh biaya yang mengalir deras dari orang tua kandung Ta. Rancangan hidup Ta telah disiasati mereka. Ta sering mendapatkan paket tak bernama, kadang isinya pakaian atau barang-barang keperluan, sesuai usia Ta. Saat Ta masih SD, datang seperangkat alat permainan konsol satu perangkat utuh. Saat Ta akhir SMP sesekali datang buku, majalah dan hal-hal porno berbentuk video. Saat Ta mulai SMA muncul alat cukur, alat kontrasepsi, parfum, kacamata keren dan aksesoris mahal pemuda umumnya. Setiap benda-benda baru yang naik daun bermunculan di sekolah, Ta akan memilikinya juga. Ibu asuh Ta memberikan pilihan secara demokratis. Ta bebas mene

