Di kediaman Scotte, tepatnya di ruang keluarga. Damian kini berdiri menghadap TV yang menyala, lelaki itu telihat rapih dan tampan meski setiap saat dia selalu tampan tapi pagi ini dia sangat tampan bahkan lebih tampan dari hari-hari biasanya. Setelan jas hitam, rambut hitam berponinya terlihat rapih setelah disisir dan diikat kebelakang. Will dan Louis yang berjarak lima langkah dari keberadaan Damian hanya saling menyikut satu sama lain, mereka sama sekali tak menyangka akan menjadi saksi pernikahan Damian yang mendadak hari ini. "Aku merasa iba dengan Leona, dia pasti sangat ingin balas dendam sampai-sampai menerima ide gila iblis hitam yang sialnya terlihat tampan itu." bisik Will kearah Louis, sementara lelaki berkulit pucat itu hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda setuju denga

