Leona yang saat itu duduk di sofa terlihat serius menatap kearah Damian sebelum kemudian ia mengangguk dengan mantap sembari berkata "Aku menerima tawaran anda Tuan Damian."
Damian tersenyum mendengar jawaban persetujuan dari Leona, segera setelah Leona menyetujui tawarannya Damian langsung menelpon Will, Pengacara sekaligus Sekretaris pribadinya, Damian terlihat sedikit menjauhi Leona saat Will menjawab panggilan telponnya, Leona dapat melihat dari kejauhan betapa seriusnya Damian saat itu berbincang di telpon dengan lelaki bernama Will itu.
***
Will yang saat itu berdiri di samping Damian menatap tajam kearah Leona yang terduduk diatas sofa dengan pandangan takjub "Tunggu sebentar Nona manis." ucap Will seraya menarik lengan Damian untuk menyeret lelaki itu agar sedikit menjauh dari area sofa. Will terkejut melihat Leona di kediaman milik Damian karena ini pertama kalinya Will melihat Damian membawa seorang wanita ke kediamannya.
Will kemudian menarik lengan kanan Damian hingga lelaki bermata gelap itu langsung memiringkan sedikit tubuhnya kearah Will yang memang tinggi Will hanya sebatas bahu milik Damian.
"Yah! Dari mana kau mendapatkan bidadari tak bersayap seperti gadis itu?" bisik Will sembari sesekali melirik kearah Leonya yang masih terduduk tenang di sofa.
"Aku menemukanya di area bukit waktu itu." jawab Damian dengan nada santai.
Buukk!!.. Tangan Will dengan begitu keras memukul lengan kanan Damian hingga membuat Damian langsung meringis kesakitan "Kenapa kau tak mengajakku? Aku kan juga mau mendapatkan gadis seperti dia," sambar Will kesal.
Damian menatap Will tajam "Aku sudah mengajakmu ke bukit untuk melihat hujan meteor kemarin, tapi kau memilih pulang duluan! Apa kau melupakan hal itu?" balas Damian membuat Will geram pada dirinya sendiri.
Will menghentakan kakinya kesal, ia menyesali tindakanya yang pulang lebih dahulu saat di bukit waktu itu "Tahu akan bertemu gadis cantik, maka aku akan memilih bertahan semalaman di atas bukit meski harus bergulat dengan nyamuk sekalipun." gumam Will kesal.
"Sudalah ayok!" ajak Damian pada Will.
Kini Damian telah duduk di sofa yang ada di ruang keluarga begitu juga dengan Will yang ikut mendudukan diri di sofa karena mereka akan membicarakan hal yang serius dengan Leona mengenai isi perjanjian pernikahan mereka.
"Kau sudah mengetahui syarat dari ku kan?" tanya Damian yang langsung dijawab dengan anggukan kepala milik Leona yang saat itu sudah membaca draf perjanjian pernikahan yang dibuat oleh Will atas perintah Damian.
"Bagus!" ucap Damian senang karena dia tak harus repot-repot mengatakan syaratnya kembali pada Leona karena hanya dengan membaca Leona sudah mengerti maksud dari perjanjian itu "Jadi selama menjadi istriku, kau hanya perlu menuruti semua perkataan ku. Tenang saja, aku tak akan menyentuh mu. Satu lagi, jangan ikut campur masalah pribadi masing-masing. Aku akan membantu mu membalaskan dendam mu dan kau hanya perlu menjadi istriku saja," lanjut Damian menjelaskan.
"Hey! Nona cantik dari pada kau menikah dengan iblis hitam ini, lebih baik kau menikah dengan ku saja. Menikah dengan Damian terlalu banyak aturannya."
Buukk!!.. Damian dengan keras memukul kepala Will membuat empuhnya kepala langsung meringis kesakitan.
"Jaga tindakan mu, mulai sekarang dia adalah calon istriku!" ucap Damian membuat Will hanya mengutuk Damian dalam hati.
"Mana kertas perjanjian yang ku minta?" tanya Damian membuat Will langsung mengeluarkan kertas perjanjian pernikahan yang telah disiapkanya tadi sebelum datang ke kediaman Scotte
"Tanda tangani ini," ucap Damian menyerahkan kertas perjanjian pernikahan itu pada Leona "Itu adalah perjanjian nikah kita." lanjutnya.
Leona membaca isi perjanjian itu 'pihak pertama selalu benar, dan perkataan pihak pertama adalah aturan serta hukum bagi pihak kedua. Perjanjian pernikahan akan tidak berlaku setelah perceraian terjadi antara pihak pertama dan kedua. Hanya pihak pertama yang dapat mengajukan cerai'
Leona menatap Damian sekilas. Isi perjanjian itu betul-betul egois dan hanya menguntungkan pihak pertama saja, Leona selaku pihak kedua merasa di rugikan akan isi perjanjian itu.
"Kenapa menetap ku? Kau tidak suka? Yah sudah. Aku tak memaksa mu." ucap Damian.
Leona terdiam, saat ini jika ingin membalas dendam maka dia harus menyetujui semua isi perjanjian nikah yang dibuat Damian, karena Leona membutuhkan kekuasaan dan kekayaan milik Damian jika ingin membalaskan dendamnya.
Saat Damian ingin mengambil kertas perjanjian pernikahan yang ada diatas meja, tangan Leona dengan cepat menyambar kertas itu lalu berkata "Aku setuju!" ucap Leona lalu tanpa pikir panjang mulai menandatangani isi perjanjian pernikahan itu sebagai bukti bahwa ia akan menaati semua aturan yang berlaku selama pernikahan.
Will menghela nafas berat, dia sama sekali tak menyangka bahwa Leona mau menandatangani surat perjanjian itu meskipun sudah mengetahui isinya.
"Siapkan pernikahan kami, Will. Aku dan Leona akan menikah besok pagi." titah Damian.
"Apa?!!" pekik Will "Waktunya sangat mepet, Damian jika harus besok pagi." lanjutnya frustasi.
"Aku hanya membutuhkan pendeta, gereja, dan dua orang saksi pernikahan saja Will, aku tidakmemintamu membuat acara pernikahan yang mewah." jelas Damian yang langsung disambut oleh helaan nafas lega milik Will.
"Aku kira kau membutuhkan pernikahan mewah, dan megah hampir saja aku kaget karena itu tidak mungkin menyiapkan segalanya dalam waktu 1 hari." gumam Will.
"Satu lagi Will, aku membutuhkan identitas baru untuk Leona, Dia akan muncul dihadapan publik dengan identitas baru, karena saat ini Leona Lusshi Lubbis telah meninggal, dan aku tak mungkin menikahi gadis yang telah tiada," ucap Damian.
Will mengeluarkan sebuah amplop coklat kehadapan Damian, tangan Damian dengan cepat mengambil amplop itu lalu membukanya, alangkah terkejutnya Damian begitu melihat sebuah KTP, Pasport, Kartu keluarga, SIM, Ijazah, foto keluarga serta latarbelakang baru untuk Leona yang baru beberapa jam lalu disiapkan Will.
"Wahh!.." seru Damian terkesima dengan hasil kerja Will "Ini sangat detail, kau memang hebat, Will!" ucapnya kearah Will.
"Aku harus detail Damian, karena yang ingin kita bohongi ini bukan hanya dunia tapi juga Ayahmu." balas Will dengan bergedik ngeri.
Leona tertawa melihat reaksi Will "Tapi aku tak menyangka kau bisa menyelesaikan ini dalam waktu singkat, padahal aku memerintahkan mu baru beberapa jam yang lalu."
"Dengan uang yang kau miliki, aku bisa melakukan apapun, Damian." balas Will.
"Lalu apa kau sudah memberikan info pada orang tua dalam foto keluarga ini, bahwa Leona akan menjadi anak mereka," tanya Damian.
"Tenang Damian, Mereka yang ada dalam foto itu telah tiada, jadi anggap saja sekarang Leona adalah anak yatim piatu," jelas Will semakin menambah rasa kagum dari Damian.
Will menatap Leona "Dan kau Nona Leona mulai sekarang nama mu bukan lagi Leona Lusshy Lubbis melainkan Aluna Alinea Bait, kau anak yatim piatu, orang tuamu sudah lama meninggal sejak umurmu delapan belas tahun. Kau lulusan Universitas Negeri yang ada di desamu. Dan ingat, kau berasal dari kampung terdalam yang ada di negara ini, Itulah identitas baru mu sekarang." ucap Will menjelaskan, yang langsung di sambut dengan anggukan kepala milik Leona.
"Besok namamu akan berubah menjadi Nyonya Aluna Scotte." sambar Damian.
Bersambung!...