"Saya sudah sampai rumah, Nna." Baru masuk kamar, Dhaffi sudah sibuk dengan ponselnya. Menelepon sang pacar untuk memberi kabar. "Oh iya, syukur kalau gitu, Mas." jawab Senna. "Jangan lupa bersih-bersih dulu sebelum tidur," kata Dhaffi seraya merebahkan tubuhnya ke atas ranjang. Wajah pria itu memerah, memanas karena kesenangan sendiri ngobrol virtual sama pacarnya. "Iya, Mas. Yaudah aku mau mandi dulu," Dhaffi mengangguk meski Senna tak melihatnya. Namun sebelum panggilan itu berakhir, Dhaffi bertanya, "Besok saya jemput, ya?" "Boleh. Tapi kabarin ya Mas kalau udah sampai kosan." Mungkin Senna tidak mau kejadian kemarin terulang. Ya, Dhaffi menunggu gadis itu di depan kosannya selama lebih dari satu jam. Dhaffi sengaja melalukan itu agar Senna tidak perlu buru-buru karena dia sud

