“Pagi, Senna.” Senna melempar senyum ramah ke Adnan yang berpapasan dengannya di lorong gedung menuju kantor. “Pagi, Pak,” balas Senna kemudian berjalan berjalan beriringan karena memiliki tujuan yang sama. “Semalam sampai jam berapa, Pak?” Senna berbasa-basi dari pada suasananya menjadi canggung. “Kurang lebih jam sebelas.” Senna manggut-manggut. “Kamu ngekos sendiri, Nna?” Adnan balik bertanya. Ya, semalam kan dia habis nganter Senna sampai kosan. “Iya, Pak. Sendiri.” “Kirain kamu udah nikah.” timpal Adnan. Senna ketawa kecil. Memang tampangnya sudah ibu-ibu banget sampai dikira sudah menikah? Senna nyengir lagi. “Belum, Pak,” jawabnya malu-malu. Tidak menduga kalau Adnan ternyata orangnya sesantai ini. “Kamu udah punya pacar?” Sangat santai sampai mengorek informas

