"Ibu.., Hiks..," Dhaffi panik, dia segera memasang kembali kancing kemeja Senna yang baru saja dia copotin satu per satu. Mendengar suara tangisan Senna, gairah Dhaffi yang sudah memuncak seketika sirna. "Nna, maaf..," Dhaffi bawa gadis itu ke dalam pelukannya, dia melirih dengan sesal. Tidak menyangka kalau perbuatannya akan membuat Senna menangis seperti ini. "Aku takut," lirih Senna masih dengan isaknya yang menyedihkan. Dapat Dhaffi rasakan getaran kecil di bahu sempit gadis itu. Nampaknya apa yang tadi Dhaffi lakukan membuat Senna ketakutan. "Iya, maaf, ya." Dhaffi usap punggung Senna, berharap kehangatan yang dia berikan bisa membuat tangisan Senna kian mereda. Dhaffi tidak menduga kalau Senna akan bereaksi seperti ini. Malah Dhaffi kira, cewek itu akan menyukai sentuhannya. Tern

