45. Melamar?

833 Kata

Senna kira, Selly bakal marah setelah dia berterus terang akan hubungannya dengan Dhaffi yang sudah terjalin beberapa hari. Memang bukan hal yang mudah untuk Senna memberitahukan semuanya. Senna hanya takut kalau Selly tidak percaya. Jika dipikir pakai logika, memang mustahil seorang Dhaffi mencintai dirinya yang jauh dari kata sempurna. Ibarat kasarnya saja, dia dan Dhaffi beda level. Dhaffi itu seorang petinggi perusahaan, sementara Senna hanya anak magang yang bahkan tidak memiliki ijaza sarjana. "Lo bilang apa barusan? Pak Dhaffi?" "Mbak, jangan kenceng-kenceng," ujar Senna cemas kalau ada orang kantor yang mendengar. Mata Selly masih melotot, keterkejutan tidak bisa wanita itu sembuyikan. "Nna, serius sama Pak Dhaffi?" Senna mengangguk dengan wajah cemas. Tapi sepesekian detik be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN