Mavendra mendekat tanpa suara. Gerakannya pelan, tapi cukup membuat Alesha menahan napas. Ia tidak tahu harus menunduk atau menatap. Tubuhnya seolah menolak bergerak. “T-tuan?” Suaranya hampir tak terdengar. Mavendra tidak menjawab. Ia hanya berdiri di depannya, menurunkan wajah sedikit. Tatapannya fokus pada bibir Alesha. Alesha langsung membeku. Detak jantungnya berdebar tidak karuan. Tangan Mavendra terulur, mendekat ke wajahnya. Alesha refleks memejamkan mata. Jemari lelaki itu menyentuh ujung dagunya, lalu berhenti di bawah bibir. Alesha terpaku. Mavendra menyentuh sesuatu di sana, lalu menarik tangannya kembali. Di ujung jarinya, ada sebutir nasi yang menempel. Alesha membeku. Mavendra menatap nasi itu sebentar, lalu menoleh pada Alesha lagi. “Ada nasi,” ucapnya pelan. Al

