Mavendra berangkat kerja lebih awal dari biasanya. Ia sempat menatap Alesha sebelum pergi, memastikan semuanya baik-baik saja. Alesha hanya mengangguk dan membawa Jean ke ruang tengah, sambil memeluk boneka kesayangannya. Rutinitas berjalan tanpa banyak suara. Alesha menaruh laptop di meja kecil sambil tetap mengawasi Jean yang sedang menggambar. Sesekali Jean memanggilnya, meminta warna lain atau menunjukkan gambar yang menurutnya bagus. “Bunda, lihat,” ucap Jean sambil menaikkan kertas dengan bangga. Alesha mendekat. “Waah... ini apa?” “Ini Bunda, sama Jean.” Jean menarik garis-garis yang tidak beraturan, tapi ada dua sosok di tengah. Satu besar, satu kecil. Alesha tersenyum kecil. “Bagus sekali.” Jean meraih tangan Alesha dan menepuk-nepuknya. “Bunda jangan kerja terus.” “Bun

