bc

The Charm Of The Seducer

book_age18+
9
IKUTI
1K
BACA
drama
like
intro-logo
Uraian

Cahaya dan Aliyah dua saudara kakak beradik ini mengalami begitu banyak kesulitan disaat mereka kecil.

Satu-satunya keluarga yang mereka punya adalah sang Ibu. Namun sang pencipta seolah mempermainkan kehidupan dua gadis malang ini.

Sang Ibu telah pergi untuk selama-lamanya menyusul Ayah kandungnya kembali ke pangkuan sang pencipta.

Cahaya yang kini menjadi orang tua pengganti bagi adik kecilnya mencoba untuk terus tegar dan kuat agar mampu membahagiakan adiknya.

Namun kedatangan Ayah tiri mereka kembali justru membuat malapetaka untuk dua saudara kakak beradik itu.

Sang Ayah yang kalap karena tidak memiliki uang akhirnya memiliki ide gila. saat memperhatikan anak tirinya yg mulai beranjak dewasa itu, pikiran jahat telah menguasai hatinya. Dengan tega dia menyeret Cahaya ke rumah bordil milik mami Sonia.

Ayah tirinya Karmin dengan tega menjual cahaya kepada mami Sonia (g***o) dengan imbalan yang sangat besar.

Bahkan ayah tirinya mengancam Cahaya bila dia mencoba kabur maka dia akan menjual Adiknya Aliyah yang masih berusia 6 tahun itu kepada p****************g pecinta anak-anak (p*****l).

Dengan dibawah ancaman Ayah tirinya membuat Cahaya menuruti kemauan sang ayah dan bekerja dirumah bordil itu.

Cahaya yang pada akhirnya pasarah pada keadaan karena adanya tekanan dari orang-orang sekitar memilih menerima nasibnya.

Dalam sekejap dia menjadi primadona di tempat mami Sonia. Pesona yang dimiliki oleh cahaya membuat dia bersinar di tempat itu.

Sampai akhirnya dia bertemu dengan seorang eksekutif muda bernama Arya Wiguna. Seorang pelanggan VIP di rumah bordil mami Sonia.

Dia jatuh hati kepada Arya. kareana dia memiliki wajah yang tampan dan perlakuan yang lembut membuat hati Cahaya berdebar-debar, cintanya pun disambut dengan baik oleh Arya.

Laki-laki itu rela merogoh kantongnya dalam agar dapat membebaskan cahaya dari tempat terkutuk itu.

Setelah itu mereka melangsungkan pernikahan secara siri. Meskipun Cahaya tidak bersekolah tapi ia tahu bahwa pernikahan siri tidak dicatat secara sipil oleh pemerintah.

Kenapa Arya menikahinya secara siri?, Apakah ada hal yang tidak diketahui oleh Aya? Apakah Ada sesuatu yang disembunyikan oleh Arya darinya. Tapi apa?

Sampai pada suatu hari Aya mendapati pesan dari seorang perempuan masuk di gawai suaminya. Siapakah wanita itu? Apakah Arya berselingkuh?

sumber gambar:pexel

chap-preview
Pratinjau gratis
kemiskinan
Sepasang kaki mungil itu bergelantungan diatas dipan yang telah lapuk dimakan rayap, wajah lusuh dan tubuh kurus kering mereka menandakan kesengsaraan kehidupan yang mereka jalani. Mereka adalah Cahaya dan adiknya Aliyah usia mereka terpaut dua tahun yakni Cahaya yang berusia tujuh tahun sedangkan sang adik berusia lima tahun. "Mbak, Ibu kemana? Kenapa belum pulang? Aku sudah sangat lapar," tanya sang adik Aliyah kepada kakaknya dengan raut wajah lesu menahan rasa lapar yang dia tahan sejak kemarin malam karena perutnya belum terisi makanan, membuat Aliyah yang masih kecil tidak tahan. "Sabar yah, kita do'akan semoga hari ini Ibu mendapat rezeki dan kita bisa makan nasi," ucap Cayaha mencoba memberi pengertian kepada Adiknya yang masih kecil dan berharap Adiknya dapat bersabar menunggu sang Ibu pulang dengan harapan untuk hari ini mereka tidak lagi menahan rasa lapar, sungguh Cahaya atau kerap di sapa Aya ini tidak tega melihat wajah sang Adik yang kelaparan, Cahaya kemudian beranjak turun dari dipan "Aliyah tunggu dirumah ya, Mbak mau keluar sebentar, inget kata Mbak ya, jangan pergi kemana-mana. Tunggu disini sampai Mbak pulang ," ucap Aya yang akan keluar karena ingin mencari makanan untuk sang adik "Mbak mau kemana? Aliyah ikut ya? Aliyah takut dirumah sendirian. Nanti kalau Bapak pulang ngamuk-ngamuk lagi gimana? Aliyah takut Mbak," ucap sang Adik sedikit merengek karena takut Ayah tiri mereka tiba-tiba pulang dan mengamuk seperti biasanya jikalau pulang kerumah dan mendapati sang Ibu tidak memiliki uang untuk berjudi. Ya, mereka memiliki seorang Ayah tiri bernama Karmin, hobi Ayah tirinya itu mabuk-mabukan dan juga berjudi. Aya dan Aliyah pun heran kenapa sang Ibu mau menikah lagi dengan laki-laki b***t seperti itu, Ayah tiri mereka bahkan tidak pernah menafkahi mereka. Cahaya sendiri yang sudah memasuki usia tujuh tahun seharusnya sudah sekolah tapi karena keterbatasan ekonomi terpaksa dia tidak bersekolah, sedangkan sang Ibu sendiri berprofesi sebagai pemungut sampah dijalanan, terkadang sehari Ibunya hanya mendapat uang lima sampai sepuluh ribu rupiah saja, itulah mengapa mereka kerap kelaparan karena tidak dapat membeli barang nasi sebungkus saja. Mencoba berhutang di warung? Hutang mereka bahkan sudah menggunung disana, oleh sebab itu pemilik warung bahkan enggan memberikan pinjaman kepada keluarganya. Ayah kandung mereka bahkan tidak tahu dimana rimbanya, menurut penuturan sang Ibu, Ayahnya dulu bekerja sebai ABK (anak buah kapal) namun ketika keberangkatan terakhirnya dia tidak lagi memberi kabar kepada keluarganya, saat itu Ibunya tengah mengandung Aliyah. Ibunya bahkan pasrah mungkin saja sang Ayah mati tenggelam atau bahkan telah menikah lagi, yang jelas mereka hanya tahu bahwa sang Ayah telah tiada di kehidupan mereka, begitu kata Ibunya. "Kalau gitu Aliyah kunci pintunya ya, nanti Mbak pulang akan bawa makanan buat Aliyah," Aya mencoba membujuk dan menenangkan sang adik bahwa semua akan baik-baik saja. Aliyah akhirnya mengangguk sebagai jawaban. Aya kemudian beranjak dari rumah reyot mereka dan memastikan bahwa Sang Adik telah mengunci pintunya, kemudian ia beranjak pergi kejalan raya dan dengan terpaksa mengamen di dekat lampu merah. Terik matahari tidak Aya hiraukan demi mendapatkan uang agar dapat membeli makanan untuk Adiknya. Jika hanya dia yang menahan lapar tidak mengapa tapi sang Adik masih terlalu kecil untuk merasakan penderitaan ini. Tidak perduli tatapan orang-orang yang memandangnya dengan iba tapi ada juga yang memandangnya dengan tatapan tidak suka, dia tahan semua itu demi sang Adik tercinta. Saat Aya sedang mengadakan tangan kepada para pemilik mobil mewah itu dia tidak sengaja melihat sang Ibu tengah menatapnya dengan tatapan kecewa dikejauhan, Aya begitu kaget kala matanya dan mata sang Ibu bersitatap. Dia tau dari kejauhan sang Ibu menangis melihatnya sedang meminta-minta dijalanan kemudian dia urungkan tangannya untuk mengambil uang dua ribu rupiah dari seorang pengendara mobil Pajero sport itu. "HEH BOCAH!! LOE MAU DIKASIH DUIT NGGAK SIH?!! UDAH LAMPU IJO TUH! BUKANNYA DI AMBIL MALAH DIEM AJA DASAR NGGAK JELAS!!." Ucap pengendara mobil itu sambil melemparkan uang dua ribu rupiah dengan nominal lima ratusan hingga bunyinya nyaring karena berjatuhan. Cahaya ragu-ragu untuk mengambil uang itu, namun Aya kesampingkan rasa ragu itu dan memungut uang recehan dua ribu rupiah tersebut. Setelahnya dia mengejar sang Ibu. Dia tidak ingin melukai hati ibunya dengan cara meminta-minta seperti ini. Karena sang Ibu pernah berpesan kepadanya bahwa meski mereka hidup miskin dan serba kekurangan jangan sampai mengadahkan tangan kepada orang lain, malu katanya. karena mereka masih di beri nikmat sehat, tidak kurang suatu apapun masih mampu bekerja jadi tidak boleh mengharapkan pemberian orang lain apalagi sampai meminta-minta seperti itu. "IBU... TUNGGUIN Aya BU!" teriak cahaya sambil mengejar Ibunya, kakinya yang kecil terseok-seok berlari mengejar sang Ibu, namun sepertinya sang Ibu enggan menghentikan langkahnya. Cahaya tidak berputus asa dia tetap berlari mengejar sang Ibu hingga akhirnya Aya dapat meraih tangan Ibunya dan kemudian membalikkan badan sang Ibu "Ibu? Kenapa Ibu jalannya cepet banget Bu? Aya kan cape lari ngejar Ibu," ucap cahaya sambil mendongak memandang sang Ibu, cahaya terkesiap melihat Ibunya kini menitikkan air mata. "Ibu? Kok Ibu nangis? Maafin Aya ya Bu, Aya terpaksa bengini. Tadi Aliyah hampir menangis menahan lapar Bu, Aya nggak tega lihatnya, Aliyah masih kecil Bu. Dia belum ngerti apa-apa," ucap cahaya tulus sambil menangis menundukkan kepalanya takut bila sang Ibu kecewa pada dirinya "Kamu nggak salah nak, tapi Ibu yang salah, gara-gara Ibu nggak bisa kasi kehidupan yang layak buat kalian, kalian jadi harus begini. Harus sering menahan lapar. Ibu yang salah bukan Aya, Ibu yang nggak becus jadi orang tua. Harusnya...," Ucap sang ibu tertahan karena tidak sanggup melanjutkan kata-katanya. Kemudian mereka menangis dan berpelukan. "Ibu nggak salah kok, Aya sama Aliyah nggak pernah nyalahin Ibu, kita sayang sama Ibu, kita nggak pernah nuntut kehidupan yang mewah dari Ibu, asal cukup selalu bersama Ibu sudah buat kita seneng kok," ucap Aya mencoba menghibur Ibunya. Namun mendengar ucapan Cahaya justru semakin membuat Ibunya menangis sesenggukan. Sang Ibu tidak kuasa menahan air matanya karena tidak mampu membesarkan anaknya dengan baik. "Kalo kamu disini, terus Aliyah sama siapa?" Tanya Ibu ketika teringat putri kecilnya yang baru berusia lima tahun itu. "Tadi Aya nyuruh Aliyah dirumah Bu, tapi Aya sudah pesan ke Aliyah untuk mengunci pintunya." "Kalo gitu kita pulang ya, kasian Aliyah kalo dirumah sendirian. Bahaya."

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.4K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.5K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.9K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
15.4K
bc

TERNODA

read
199.4K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
71.7K
bc

My Secret Little Wife

read
132.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook