Enam Puluh Enam

1011 Kata

Dylan menatap wajah yang begitu tenang dalam tidurnya dengan penuh kasih sayang. Hatinya masih tidak rela jika sampai semua usahanya sia-sia dan dengan terpaksa istrinya harus berada jauh darinya. Bagaimana, ia merasa jika dirinya mampu dan bisa membuat kekasih hatinya itu sembuh seperti sedia kala saat bertemu dengannya dulu. Mungkin dulu dia merasa kesal denga sikap Bianca yang begitu dinging, tapi menurutnya itu lebih baik daripada dia harus melihat keadaannya seperti ini. "Bi... kumohon kamu buka matamu dan cepat sembuh seperti sedia kala," kata Dylan sambil menggenggam erat tangan yang sangat jarang di genggamnya. Sesekali Dylan membelai rambut Bia dengan sangat perlahan. Dia ingin agar perempuan itu merasakan jika kasih sayangnya tulus dan tidak akan menyakitinya meski

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN