Sebuah rasa perlahan mulai menyelusup memasuki relung jiwa ketiga pria yang sejak tadi di selimuti dengan amarah yang memuncak. Sesuatu yang bahkan tidak pernah mereka bayangkan akan dapat merayap hingga sampai ke inti hati. Mereka memang marah dengan sikap Arlan, tidak dapat menerima perlakuannya pada Bianca dan tentu saja tidak dapat memaafkannya. Tapi satu kenyataan pada masa lalunya membuat mereka terdiam tanpa kata. Wisnu yang memang menyadari semuanya terlihat menarik napas dalam dan menghembuskannya dengan perlahan. Dia terlihat mencoba mengatur setiap kata yang akan di ucapkannya karena bagaimanapun ada begitu banyak pertentangan batin. Satu sisi ia geram dengan perilaku Arlan, tapi di sisi lain ia cukup memahami masa lalu yang di alami olehnya meski ia tak tahu apakah

