Lima Puluh Sembilan

1024 Kata

Dylan menatap gadis yang sedang terlelap di dalam tidurnya. Selama beberapa malam ini dia memang tidak dapat memejamkan matanya. Dylan masih terbayang dengan semua perkataan Wisnu saat mereka bertemu tempo hari. Tidak, dia bukan hanya mengingat pembicaraan mereka tentang Bianca, tapi juga tentang Monica. "Gue tahu dari mana? No Dyl, kali ini loe harus bawa rasa penasaran loe sampai pulang," kata Wisnu sambil mengulum senyum dan membiarkan dia temannya itu semakin penasaran. "Ayolah Nu, masa loe gak mau kasih bocoran sedikit saja soal hal itu?" "Loe gak perlu tau gue tahu semua itu dari mana, yang jelas semua yang gue katakan itu benar adanya dan kalo Monica masih berani macam-macam sama loe dan Bia, berarti dia sudah siap berhadapan sama gue." "Bener loe gak bisa kasih tau?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN