Dua Belas

997 Kata

Mentari pagi mulai bersinar menyinari setiap insan yang ada di muka bumi, tak terkecuali Bianca. Sinarnya yang begitu terang jatuh tepat di mata cantik miliknya yang masih terpejam dan larut dalam mimpi panjangnya. "Mmmhhh ...," kata Bianca lirih sambil membuka matanya dengan sangat perlahan. Sinar Sang mentari yang langsung masuk ke dalam manik coklatnya secara langsung memaksa Bianca untuk menyipitkan mata indah. Dia mencoba menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya mentari yang bersinar di pagi yang cerah ini. "Mbak ...," gumam Bianca lirih. Hening, tak ada jawaban dari siapapun yang ada di kamar inapnya. Perlahan rasa kesepian dan kesendirian mulai menhinggapinya. Satu rasa yang selalu menjadi temannya dalam keseharian dia yang terasa begitu panjang dan membosankan. "Mbak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN