Jangan Melawannya!

1829 Kata

"Kakak mana, Ma?" Arlin mendaratkan ponselnya ke meja makan. Mendekati sang mama kemudian untuk membantu menyiapkan makan malam. "Ada di atas. Katanya mau mandi." "Gak jadi berangkat?" Padahal Geo telah mengatakannya dengan dramatis. Berkata seolah waktunya bersama Arlin sudah sangat menipis. Tapi apa? Geo bahkan belum berangkat. Arlin senang, tapi juga kesal di saat yang sama karena telah terlanjur sedih. "Mama tidak tahu." Vania menempatkan keranjang ukuran sedang berisi kentang ke hadapan Arlin. Mengetahui maksudnya, Arlin pun segera mengambil pisau dan mulai mengupas. "Kakak kamu itu sangat tertutup. Sulit bagi mama untuk mengetahui kehidupannya seperti apa." "Mau bagimana lagi? Itu memang sifatnya." Di dalam lubuk hatinya Arlin juga ingin tahu lebih lengkap dan jelas sepert

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN