Arlin meletakkan sisir ke meja. Sudah selesai menyisir rambut panjangnya. Riasan tipis juga telah memoles wajahnya menjadi segar. Waktunya membuat panggilan video kepada Adam. Sebenarnya itu akan dilakukan semalam, tapi acara BBQ bersama keluarganya membuat dia menunda. Untung Adam memaklumi, jika tidak Alrin pasti akan sangat merasa bersalah. Bibirnya menekuk kemudian. Kesal karena tidak dapat membawa Adam bersama. Padahal jika iya segalanya pasti akan lebih menyenangkan. Butuh beberapa lama hingga panggilan diangkat. Arlin kira Andrew sibuk mempersiapkan diri, ternyata ketika panggilan tersambung Andrew masih bergelung di ranjang. Dia melenguh panjang saat mengarahkan layar ponsel pada dirinya sendiri. Yang dapat Alrin lihat kemudian adalah d**a telanjang Andrew dan juga otot peru

