Rindu

1092 Kata

"Ar.." Arlin menghela nafas. Matanya sudah sangat berat. Dia mau segera tidur. Tepatnya segera menutup panggilan, tapi Andrew tidak memberi izin. Ketika ia memaksa melakukannya pria itu mulai mencak-mencak seperti anak kecil. Alhasil dia memilih menuruti daripada membujuknya di kemudian hari. "Apa?" Di sebrang Andrew menggulingkan tubuh ke kiri. Menatap ponselnya yang masih menyambungkan panggilan dengan Arlin. "Ayo menikah." Arlin memeluk gulingnya. Dia mendengar jelas ucapan Andrew, namun efek kantuk membuat otaknya tidak terlalu memberi perhatian. "Saya serius, Ar. Saya ingin menikahi kamu." Andrew menunggu beberapa detik. Mengira Arlin di seberang tengan menimbang jawaban. Seiring detik yang kian berjalan dia mulai ragu. Tidak ada sahutan Arlin sama sekali. Jangan-jangan malah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN